Madu Yaman

Mengajarkan antri bagi anak

"Antri dooong" kata yang tidak asing ditelinga bila ingin mendapatkan sesuatu yang peminatnya banyak. Tapi tahukah anda bila budaya antri ini belum sepenuhnya menjadi kesadaran bagi mayoritas masyarakat di Indonesia. Masih banyak kita lihar diberita TV dan koran bila masyarakat kita berdesak-desakan hanya untuk mengambil jatah beras raskin atau berebutan pembagian sembako dari ormas atau parpol yang ingin mengambil simpati masyarakat.

Budaya antri sudah selayaknya kita tanamkan kepada anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa agar lebih bermartabat dan berbudaya. Untuk melatih anak agar menguasai ilmu matematika bisa saja dilakukan dalam tempo 3 bulan saja namun kita akan memerlukan waktu sampai dengan 12 tahun bahkan lebih untuk melatih anak bisa mengantri dengan baik dan benar. 

Tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika, kecuali tambah, kali, kurang, dan bagi. Biasanya hanya sebagian kecil saja dari siswa yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan matematika. Sementara itu, semua murid dalam satu kelas pasti akan membutuhkan etika moral dan pelajaran berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

Ada banyak pelajaran berharga yang didapatkan dari mengantri, yakni.
  1. Anak belajar manajemen waktu. Jika ingin mengantri paling depan, ia harus datang lebih awal dan itu butuh persiapan lebih awal.
  2. Anak belajar bersabar. Menunggu giliran tiba, terutama jika ia berada di antrian paling belakang.
  3. Anak belajar menghormati hak orang lain. Yang datang lebih awal dapat giliran lebih dulu dan tidak merasa dirinya paling penting.
  4. Anak belajar disiplin. Aturan mengantri adalah tidak menyerobot dan itu berarti tidak mengambil hak orang lain.
  5. Anak belajar kreatif. Untuk mengatasi kebosanan saat mengantri, mereka dapat melakukan kegiatan yang memicu kreativitas.
  6. Anak bisa belajar bersosialisasi. Menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
  7. Anak belajar tabah. Menjalani proses dalam mencapai tujuannya, sehingga tidak melegalkan cara-cara kotor dalam mencapai tujuan.
Dalam kehidupan beragamapun budaya antri sebenarnya sudah diajarkan. Agama Islam mengajarkan bagi yang datang lebih dahulu ke masjid untuk menunaikan ibadah sholat berjamaah maka ia berhak untuk duduk pada saf terdepan, sedangkan bagi yang datang lebih lambat walaupun ia seorang presiden sekalipun maka ia harus duduk dibarisan belakang. Nah, sudahkah anda disiplin mengantri ?

2 Responses to "Mengajarkan antri bagi anak"

  1. terima kasih banyak gan
    emang bener kita harus mengajarkan hal yang baik kepada anal sejak dini mungkin.

    salam donat kentang

    ReplyDelete
  2. bener banget anak" harus di ajarkan cara yang baik agar besarnya terbiasa http://bit.ly/1TSQ1HJ

    ReplyDelete